kerutan diantara dahi itu sangat tampak jelas kala cermin memantulkan seraut wajah yang tampak tersenyum dalam kesendirian..
bibir hitam selayaknya jelaga mengisyaratkan ribuan batang rokok pernah singgah diantara selipan bibir itu...
sudut2 bibir yang sedianya tersenyum telah rapat terkatup dengan makna yang absurb tentang asa..tentang jiwa.....kosong.....hendak terisi.....memang sudah ada yang mengisi...karena keadaan tetapi tampak kosong..
hanya merekam suara dibenak. membaca tiap kabar yang datang....
kegundahan yang tampak samar tertutupi keceriaan yang sebenarnya anomali...
bukan hanya ada satu..dua..tiga...ataupun sepuluh hal yang ada diantara selipan2 neuron diotak yang terus terforsir untuk keras berpikir tentang kesendirian hari yg riuh dengan tawa kosong mulut2 hambar yang tidak tahu akan apa yang terjadi dikemudian hari..
menguji sebuah mimpi................mimpi kala kalam silam......tentang ketakutan.....tentang pembaca tafsir, tentang penandaan waktu yg akan datang................
mencari kesempurnaan....
kerutan2 itu berubah menjadi guratan nasib yang seharusnya bisa terhindarkan dengan keberanian...lupakan apa yang semestinya dilupakan...
sudut bibir itu datar..tidak ada satu sunggingan senyumpun terlihat nyata disana...
hari-hari selalu terpungkiri dengan topeng2 yg selalu mengitari dimana sedianya siap dipakai tergantung dengan tempo perjalanan rotasi matahari.
kosong...
menurutmu...
ada memang sudah...
tegakan apa yang seharusnya...
Rabu, 03 September 2008
Jumat, 06 Juni 2008
Kamis, 05 Juni 2008
malam...

Satu keheningan malam ini…
Berjuta kilauan bintang berarak pesta dimataku.
Aku memang sedang menikmati malamku.
Walau sedikit aku coba untuk mengerti tetang malam…malam panjang…
Malam membawa mimpi…
Mataku takjub melihat senyum rembulan dan bintang,
Entah apa yang ada dalam pikiranku tapi kali ini malam begitu menyita perhatianku.
Malam,
ini kali pertama aku mengerti bahwa semua harapan berawal darimu,
saat segala doa mulai dipanjatkan…
dan kidung pujian mulai dinyanyikan untukmu…
Mimpi datang dari malam, ketika kita mulai terlelap,
doa mengikuti alur cerita yang kita punya.
Berjuta kilauan bintang berarak pesta dimataku.
Aku memang sedang menikmati malamku.
Walau sedikit aku coba untuk mengerti tetang malam…malam panjang…
Malam membawa mimpi…
Mataku takjub melihat senyum rembulan dan bintang,
Entah apa yang ada dalam pikiranku tapi kali ini malam begitu menyita perhatianku.
Malam,
ini kali pertama aku mengerti bahwa semua harapan berawal darimu,
saat segala doa mulai dipanjatkan…
dan kidung pujian mulai dinyanyikan untukmu…
Mimpi datang dari malam, ketika kita mulai terlelap,
doa mengikuti alur cerita yang kita punya.
""...not today...but soon..."
"...not today...but soon..."
tidak perlu berdoa...
tidak perlu menyebut namaNya...
kita hanya orang2 malas yg terlalu pasrah terhadap nasib...
tidak perlu berdoa...
tidak perlu menyebut namaNya...
kita hanya orang2 malas yg terlalu pasrah terhadap nasib...
Rabu, 28 Mei 2008
finish
Pagi tiada terasa disini, seberkas sinar matahari kian memudar. Seperti biasa aku masih disini dengan segala kekuarangan yang ku punya. Aku hanya bisa tertawa dan menangis sendiri, diantara benda-benda mati yang sebenarnya hidup dalam kepalaku. Tapi aku punya sebuah jendela yang selalu menghantarku masuk dalam dunia mereka, Jendela yang setiap hari memberiku cerita. Aku melihat banyak sekali udara disana, orang-orang hidup dengan cinta, anak-anak kecil dengan semua cita-cita mereka, rumput yang menari dan merdu kicauan burung. Aku menyimak semuanya, semua yang aku kenal baik lewat kaca jendela itu. Tapi ini tidak membuatku bahagia, tidak ada yang menjadikannya special karena aku terkubur disini dalam dekap sunyi yang memasung jiwaku. Aku hanya hidup dengan bayangan yang ku punya, berpasangan hingga mati. Karena aku sendiri, diantara dinding kaca dan tembok bata yang mengililingi hidupku.
Dan kata orang bijak, “pergilah ketempat yang mau kau tuju, katakan tidak bila hatimu bilang tidak dan lebarkan senyummu bila kau benar-benar sedang merasa bahagia. Hari ini ketika semua mimpi berakhir pada pagi, aku masih berharap akan ada mimpi yang sama di malam berikutnya. Atau mungkin ada jalan lain menuju mimpi yang sebenarnya nyata. Ya, aku berharap.
Mama cry??? Mungkin, tapi tidak hari ini, seharusnya ini jadi hari yang bahagia, karena mimpi tlah usai dan aku seharusnya sudah terbangun diantara sudut jendela yang kembali memberiku pesan. Dia tidak seperti malaikat, raut wajahnya pun tidak dapat membuatku menangis, karena dunia ini tidak indah, bahkan saat ia melayang didepanku. Couse its nothing special any more. Aku butuh orang yang aku anggap special tapi tidak hari ini, mungkin besok atau lusa, karena aku tidak cacat tapi sedikit menakutkan. Biarkan dia pergi, karena malaikat seharusnya indah dan menyenangkan. Tapi dia tidak, jadi biarkan dia pergi, karena malaikat seharusnya anggun dan cantik.
Tidak ada air mata untuk kepergiaanya, karena aku tidak bahagia. I’m finish, ditempat ini dengan sisa cerita indah yang setiap hari justru membunuhku, hari eksekusi yang tepat datang hari ini, week’an. Benda-benda mati disini bahkan tidak menginginkannya lagi, mereka bahkan sudah tidak ingin mendengar kata cinta yang benar-benar cinta.
Finish_
Finish_
kembali untuk pagi ku....
Aku bukan lagi jiwa tanpa rasa,
Bukan lagi jalan tanpa ujung, bukan lagi panas tanpa matahari.
Saat ini…
Aku adalah hari dengan berjuta cinta oleh fajar dan senja.
Kembali untuk pagiku,
Banyak harapan dan cita tanpa takut
pada waktu yang siap menerkamku kapan saja.
Wahai pagiku…aku siap bangun dan mengemas barang-barangku dan
Kembali berpetualang denganmu.
Mengelilingi warna-warni kota dan sudut rasa setiap manusia,
Mengenali semua kesempatan yang ada untuk harapan dan tujuan.
Kembali untuk pagiku,
Aku siap kapan saja kau bawa pada penuh makna,
Penuh pesona, penuh tantangan.
Karena kau pagiku awal keindahan hidupku.
Kembali untuk pagiku,
Aku mencintaimu
Karena kau pagiku....
Bukan lagi jalan tanpa ujung, bukan lagi panas tanpa matahari.
Saat ini…
Aku adalah hari dengan berjuta cinta oleh fajar dan senja.
Kembali untuk pagiku,
Banyak harapan dan cita tanpa takut
pada waktu yang siap menerkamku kapan saja.
Wahai pagiku…aku siap bangun dan mengemas barang-barangku dan
Kembali berpetualang denganmu.
Mengelilingi warna-warni kota dan sudut rasa setiap manusia,
Mengenali semua kesempatan yang ada untuk harapan dan tujuan.
Kembali untuk pagiku,
Aku siap kapan saja kau bawa pada penuh makna,
Penuh pesona, penuh tantangan.
Karena kau pagiku awal keindahan hidupku.
Kembali untuk pagiku,
Aku mencintaimu
Karena kau pagiku....
with sorry
Ketika aku mulai berlari, menghempas ragu dalam rundung laraku.
Jiwa ini seakan tidak ingin berkompromi,
tidak untuk yang sekian kali tapi beratus-ratus kali.
Saat ini ini adalah saat-saat terberatku.
Terlalu banyak omong kosong dan hindari kenyataan.
Adakah pilihan untuk memutar ulang kembali agar salahku dapat ku hapus?
Atau kah akan ada kesempatan agar salahku dapat aku tebus?
Mungkin aku harus kembali mati rasa menembus kemelut dalam hati,
riuh hati tak dapat aku selesaikan, walau suara itu terus mendengung di telingaku.
Tanpa basa-basi, tanpa ampun…
Jiwa ini seakan tidak ingin berkompromi,
tidak untuk yang sekian kali tapi beratus-ratus kali.
Saat ini ini adalah saat-saat terberatku.
Terlalu banyak omong kosong dan hindari kenyataan.
Adakah pilihan untuk memutar ulang kembali agar salahku dapat ku hapus?
Atau kah akan ada kesempatan agar salahku dapat aku tebus?
Mungkin aku harus kembali mati rasa menembus kemelut dalam hati,
riuh hati tak dapat aku selesaikan, walau suara itu terus mendengung di telingaku.
Tanpa basa-basi, tanpa ampun…
Langganan:
Postingan (Atom)


